Jadi teko ?

May 14, 2008
Yups, bener juga tuh kata Aa Gym, seharusnya kita ini menjadi teko. Bukannya gelas yang hanya menerima-menerima  dan menerima. Pakailah fisolosofi teko, ia tidak hanya menerima, tetapi juga memberikan apa yang ia dapat. Tapi tidak semua filosofi tersebut kita ambil, seperti halnya ketika kita memberi ilmu, apa yang kita berikan tidak akan pernah habis, bahkan akan bertambah. Dan juga berikanlah yang terbaik, walaupun yang kita dapat seadanya.
 
Ngomong2 tentang berbagi, sebenarnya setiap dari kita mempunyai potensi masing2. Tetapi kadang kita tidak tahu apa saja potensi2 kita.
 
Ada sebuah cerita yang diambil dari buku ESQ Power, karya Arif Ginanjar. Pada suatu hari ada 2 pemuda yang sedang berbicara di atas jembatan. Dan di bawah jembatan itu ada seekor ikan yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.
 
Pembicaraan pemuda tersebut : 
  • pemuda1 = eh, akhir2 ini sepertinya bisnis air mineral sedang naik daun nih!!!
  • pemuda2 = bener juga tuh, tapi maksud kamu apa ya?
  • pemuda1 = bagaimana kalau kita berdua memulai bisnis air mineral ?
  • pemuda2 = wah ide bagus tuh, kemungkinan besar kita akan mendapatkan untung yang banyak.
  • si ikan = air ? Ya, dengan air pasti aku akan untung besar juga. Tapi dimana ya aku dapat temukan benda itu. Aku akan berusaha menemukan benda itu. emoticon 

Hitunglah titik hitamnya…

coba hitung
 

 

 

 

 

Yang benar titik hitam atau putih ya…?

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here