Belajar dari Burung
Suatu hari Al-Balkhi berangkat ke negeri tetangga untuk berdagang. Sebelum berangkat ia pamit pada sahabatnya yang bernama Ibrahim bin Adham.
Namun tidak seperti biasanya, kali ini kepergian Al-Balkhi terhitung singkat sekali. Tentu saja ini membuat Ibrahim bin Adham heran. Tumben, belum seminggu kok sudah pulang ? Ibrahim yang ketika itu berada di Masjid lalu mengahampiri, “Hai saudaraku, mengapa kamu buru-buru pulang ?.”
Akhirnya Al-Balkhi menceritakan alasan yang menyebabkan dia segera kembali. ”Dalam perjalanan aku melihat suatu keanehan. Sehingga aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan,” katanya tanpa basa-basi. Selanjutnya Al-Balkhi bercerita. Ketika dia beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak, sahabat Ibrahim bin Adham itu memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta. Terbitlah keheranannya, ”bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal dia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun dia tidak bisa ?”
if yu won tu kontinyu, klik dis…
